review bab 4 dan 5
BAB
4
"POROS
MARITIM DUNIA"
(PMD)
Poros maritim dunia (PMD)
baru secara resmi dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada saat berpidato di
Myanmar pada tanggal 13 November 2014. Mengingat kebijakan poros maritim dunia
relatif masih baru, kajian komprehensif tentang konsep tersebut relatif masih
sedikit. Menurut interpretasi pejabat kemenlu RI yang diwakili wamenlu dan
kepala badan penelitian dan pengembangan kebijakan kemlu, PMD diartikan sebagai
sebuah visi untuk mentranformasi Indonesia menjadi kekuatan maritim dengan
memanfaatkan keunggulan geografis, serta kegiatan maritim regional dan sumber
daya maritim untuk pembangunan bangsa.
4.1 Mengapa
Harus Poros Maritim Dunia dan Apa Tujuannya?
Sejak awal dilantiknya
Presiden Jokowi, sudah sering sekali menggunakan istilah yang namanya Poros
Maritim Dunia dalam menggambarkan visi pembangunan pemerintahannya. Namun
konsep PMD belum dijelaskan secara konkret pada saat itu. Konsep ini rencananya
akan dikolaborasikan kedalam lima pilar. Namun penjelasannya tersebut masih
mengundang banyak sekali pertanyaan.
Namun
diakui atau tidak, visi Indonesia sudah selayaknya kemaritiman. Seperti
diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 2/3 bagian atau 70%
luas wilayahnya itu laut. Jika visi ini berhasil diterapkan, dampaknya terhadap
masyarakat indonesia akan sangat positif. Pertama-tama, jika Indonesia mampu
mewujudkan visi tentang PMD efek yang di timbulkan kepada masyarakat ialah
masyarakat lebih mampu lagi mengelola sumber daya laut yang luar biasa yang di
miliki oleh Indonesia, dan peran pemerintah disinilah yang paling dibutuhkan
untuk memberdayakan masyarakat agar terwujud nya masyarakat yang makmur.
4.2 Proposisi
Konsep Poros Maritim Dunia
Poros PMD sebagai visi
geopolitik karena PMD merupakan sebuah tujuan dari dimensi geografis untuk menjadi
kekuatan maritim besar. Visi geopolitik PMD akan menjadi pedoman bagi
negaradalam mencapai tujuan strategisnya yakni upaya memproyeksikan milite,
mengarahkan aktifitas diplomasi, dan membangun perekonomiannya.
4. Diplomasi
Maritim
Dalam diplomasi maritim, ada empat
hal yang perlu dijadikan panduan, yaitu (1) perlunya selalu mempertajam dan
memprioritaskan kepentingan nasional indonesia; (2) menentukan strata
kepentingan; (3) perlunya memperjuangkan kepentingan ASEAN, di mana indonesia
menganggap dirinya sebagai pemimpin alamiah ASEAN; (4) perlunya mengupayakan
solusi menang-menang dari masalah sengketa antar negara anggota ASEAN dan pihak
lain di luar ASEAN, seperti dengan kekuatan besar (Amerika Serikat, China,
India, dan Jepang). Meski begitu, keempat panduan ini dapat saja memiliki
potensi konflik satu sama lain. Sehingga perlu ada prioritas dari keempatnya,
dan prioritas yang paling rasional adalah mengedepankan kepentingan nasional
indonesia dahulu, kepentingan daerah indonesia, kemudian ASEAN, dan baru
kepentingan kekuatan-kekuatan besar
Menurut
waluyo, hingga saat ini, masih terdapat beberapa permasalahan perbatasan
indonesia dengan kesepuluh negara tetangga yang belum tuntas diselesaikan.
5. Keamanan
Maritim
Secara difinisi, menurut Shicun, W.
dan Keyuan, Z. Kemanan maritim adalah hal yang menyangkut keamanan navigasi
(diluar), penanggulangan kejahatan transnasional meliputi bajak laut dan
terorisme marritim, serta pencegahan dan resolusi konflik (maritim). Jika harus
mengkaji tentang keamanan, maka secara otomatis juga harus mengkaji tentang
kerawanan (sebagai lawan dari keamanan). Setidaknya ada tiga faktor domestik
yang menyebabkan kerawanan dilaut, yakni : rendahnya pengawasan atau dikenal
dengan istilah maritime domain awareness (MDA) yaitu kesadaran domain maritim.
Konsep MDA ini terus diangkat di amerika serikat supaya negara-negara, terutama
yang berbatasan, dan/atau berdaulat dengan rute strategis, mau bekerja sama
dalam membagi informasi maritim untuk mengurangi risiko macetnya lalu lintas
perdanganan maritim, dan tingginya potensi penyelundupan dilaut.
Dalam
dimensi maritim pada keamanan regional diindonesia pasifik, postur pertahanan
yang efektif terpusat pada kekuatan maritim (seapower) dan kekuatan udara (airpower). Hal ini
sejalan dengan pendapat Prabhakar yang dituangkan kedalam enam alasan.
Pertama, karena dampak dari transformasi pertahanan
dan penignkatan teknologi militer, atau dikenal dengan istilah Revolution in
Military Affairs (RMA). Kedua, adanya kehadiran kekuatan laut asing dikawasan
Samudra Hindia, laut China Selatan, dan Pasifik Timur terutama dari angkatan
laut Amerika Serikat, Australia, China, India, Jepang, Prancis, dan Inggris
menyebabkan peningkatan kebutuhan interoperabilitas antara kekuatan laut negara
dikawasan dan kekuatan maritim asing tersebut. Ketiga, modernisasi kekuatan
militer China juga berdampak pada kebutuhan untuk memodernisasi kekuatan
pertahanan dikawasan Asia Tenggara. Keempat, isu global atas perang melawan
terorisme juga membuat kekuatan militer di Indo-Pasifik menyiapkan diri dalam
menghadapi konflik asimetris dan berintensitas rendah. Kelima, peran Amerika
Serikat (AS) dikawasan Indo-Pasifik cenderung semakin besar. Terakhir,
munculnya peran dan relevansi baru dari aliansi regional dan bilateral di
Indo-Pasifik antara AS dan Five Powers Defence Arrangement (FDA).
6.
Konsep Poros Maritim Dunia dalam Kebijakan Publik Indonesia
Hingga
saat ini terdapat ketidakjelasan posisi visi poros Maritim Dunia didalam
tataran kebijakan publik di indonesia. Poros maritim dunia dapat diartikan
sebagai suatu pedoman multi-aspek (termasuk di antaranya aspek geografis) dari
kebijakan nasional indonesia yang menempatkan laut sebagai dimensi penting.
Terkait masalah keamanan maritim, terdapat banyak lembaga pemerintahan yang
terlibat seperti TNI AL, Polair, Ditjen Bea Cukai, Dirjen Imigrasi, Bakamla,
Kementerian perikanan dan Kelautan, basarnas, dan bahkan kementerian
Perhubungan.
Indonesia
tak bisa lagi hanya menganut sistem
cintinental, dimana indonesia dengan strategic defence in depthnya menganggap
ancaman dan gangguan keamanan bagi indonesia hanya dimulai dari dan di dalam
batas wilayah indonesia. Tetapi juga harus menganut sistem maritim dengan
sistem strategi forward defence, di mana ancaman bagi indonesia dimulai juga
dari batas negara-negara tetangganya, yang menguasi posisi-posisi kunci dan
bisa mengancam keamanan indonesia jika posisi tersebut jatuh ke tangan
musuh,
BAB 5
"SINERGI POROS MARITIM DUNIA
DAN JALUR SUTRA MARITIM
ABAD KE-21"
Bagian pertama buku ini telah menggambarkan mengenai sinergi strategi
sriwijaya dan majapahit,yang kemudian disusul dengan diskusi mengenai jalur
sutra maritim Abad ke-21 dan konsep poros maritim dunia.
Pada bagian kedua dijelaskan bahwa regionalisme china (baca: jalan sutra
maritim) adalah bentuk respon china terhadap strategi containment amerika
serikat dan kapitalisme globa. Amerika serikat sebagai hegemon global selalu
menjadi faktor penting dalam mengkaji risiko atas partisipasi indonesia dalam regionalisme
china.
Untuk bekerja sama dengan china,ekonomi merupakan domainyan tepat dalam
mendorong kekuatan ekonomi indonesia sendiri. Ada banyak keuntungan yang bisa
didapat indonesia dari regionalisme JSM yang ditawarkan pemerintah china.
Namun,indonesia pun harus selalu waspada karena dibalik setiap
kesempatan,selalu ada biaya yang harus dibayar sesuai pepatah AS, "there
is no (such thing of), freelunch".
5.1 PERSAMAAN KEPENTINGAN CHINA DAN
INDONESIA
Pertama, perlu dtekankan bahwa konsep jalur sutera maritim china sudah
tentu tidak dicanangkan karena altruisme (kebaikan hati untuk membantu negara
negara lain),namun dibuat untuk memenuhi kepentingan politik,ekonomi dan
pertahanan china sendiri. Sudah tentu ada keuntungan bagi china yan ingin
didapat dari imdonesia.
Jalur sutra maritim china memang memberi peluang besar bagi imdonesia
untuk kembali bangkit dengan meningkatkan daya saing perusahaan perusahaan
indonesia yang selama ini terkendala biaya transportasi tinggi,serta meningkatkan
pembangunan d kawasan kawasan tertinggal ,seperti wilayah timur indonesia,yang
disebabkan oleh buruknya infrastruktur ,terutama transportasi laut.
Selain digunakan untuk memperkuat
transportasi laut,dana investasi china juga perlu disalurkan ke apa yang perna
disampaikan oleh presiden SBY sebagai korido ekonomi,distimulasikan
perkembangan ekonominya oleh pemerintah,seperti konsep "spesial economic
zone" ala china.
5.2 POTENSI BENTURAN KEPENTINGAN
INDONESIA DENGAN CHINA
Semua tawaran kerjasama dari china perlu dipertimbangkan matang matang
akan dampaknya bagi posisi strategis maritim indonesia,terutama dikawasan asia
tenggara.
5.3 PROPOSISI PENYELARASAN POROS
MARITIM DUNIA DAN JALUR SUTRA MARITIM
Sekali lagi perlu ditekankan bahwa
indonesia memiliki potensi geopolitik yang sangat besar. Indonesia, dengan
posisi geografisnya yang begitu strategis yang berada disalah satu jalur
perdagangan paling sibuk didunia dan ditopang kekayaan alam yang
berlimpahmenyebabkan banyak negara ingin terlibat ke urusan negara indonesia.
(Halaman 184-199)
pada bidang ekonomi maritim indonesia yang
perlu diselaraskan adalah terwujudnya kerja sama bilateral dalam
mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya olahan secara optimal dan
ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya modal dan teknologi china.
meski begitu, indonesia juga harus mampu
mengimbangi singapura,untuk menjadi entreport sekaligus global transhipment
port kedua disekitar selat malaka,dengan membangun deep sea port di lokasi
lokasi strategis seperti disabang, Batam, dan natuna. disinilah esensi terbesar
dari sinergi poroa maritim dunia dan jalur sutra mandiri. secara historis,
kerajaan sriwijaya dan majapahit pernah berjaya karena menguasi jalur pelayaran
di selat malaka. namun dalam kondisi saat ini dimana selat malak telah
mendominasi singapura,indonesia harus memanfaatkan momentum poros mandiri dunia
dan jalur sutra mandiri unruk menemukan lokasi yang paling tepat untuk menjadi
entreport baru di asia tenggara.
pada bidang diplomasi maritim,indonesia harus
mampu merevitalisasi politik luar negeri bebas aktif nya agar bisa mendapat
manfaat ganda dibidang ekonomi dan pertahanan. Politik luar negeri yang
diterapkan singapura,malaysia,Thailand,india,dan pakistan telah
mendemostrasikan bagaimana kelima negara tersebut mampu memiliki dukungan
politik dan pertahanan yang signifikan dari kekuatan hegemon dunia (amerika
serikat).
peran indonesia sebagai pemimpin alamiah ASEAN
harus dipertahankan dengan membantu negara anggota yang mengalami kesulitan. Kasus
sengketa antara Filiphina dan vietnam dengan china dilaut china selatan harus
menjadi agenda politik indonesia melalui forum ASEAN yang diprioritaskan.
bicara tentang keamanan maritim tidak lepas
dari masalah kerawanan dilaut. dari kompleksitas permasalahan keamanan maritim
di indo pasifik,sinergi poros maritim dunia dan jalur sutra maritim sebaiknya
dibangun untuk membentuk sistem keamanan maritim bersama dalam menghadapi
ancaman aktor non-tradisional saja,seperti perompakan, penyelundupan, ilegal fishing,bencana
dilaut dan lain sebagainya.
bagi china,kebijakan jalur sutra
maritim cukup vital untuk menjamin suplai dan distribisi kegiatan perdagangan
internasionalnya,namun bagi indonesia,kebijakan poros maritim dunia lebih vital
lagi.karena yang dibicarakan adalah area maritim indonesia sebagai pusat dari
kegiatan ekonomi maritim global.
dengan dicanangkan visi poros maritim
dunia,kemitraan indonesua dan china telah diformal dalam kemitraan strategic
comprehensive partnership (scp) yang diratifikasi pada tahub 2013.
globalisasi telah membuka peluang
interaksi yang lebih luas antar aktor dunia baki aktor negara,sub-negara,maupun
non negara.meningkat nya intensitas interaksi tersebut meliputi bidang
politik,ekonomi sosial,budaya,pertahanan dan keamanan.
pada hakekat nya,tidak ada satupun
negara yang dapat memenuhi kebutuhan nya sendiri.
pada bidang ekonomi maritim indonesia
yang perlu diselaraskan adalah terwujudnya kerja sama bilateral dalam
mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya olahan secara optimal dan
ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya modal dan teknologi dari
china.
opini : indonesia adalah negara
kepulauan dan didukung oleh jalur jalur yang strategis dimana jika ingin
menjadi jalur sutra maritim harus dapat perhatian lebih dari pemerintah yang
akan menjadi jalur perdangangan dan lintasan oleh setiap negafa besar untuk
masuk dan menguntungkan bagi indonesia
Komentar
Posting Komentar